Menyiasati Pendidikan Si Kecil Sejak Dini

Ranked #6,520 in Parenting & Kids, #220,555 overall | Donates to Squidoo Charity Fund, Food for Everyone Foundation

Situasi dan Kondisi Saat Ini

Orang tua mana, sih yang enggak sayang pada anaknya? Apa, sih yang tidak diberikan buat anak? Setiap orang tua pasti menginginkan, apa yang diminta dan dibutuhkan anak bisa dituruti. Apalagi kalau itu menyangkut masa depan anak, seperti soal pendidikan, pasti para orang tua akan berupaya sekuat tenaga untuk menyediakannya. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sekolah saja sekarang enggak cukup untuk memenangkan persaingan kerja. Harus ada tambahan keterampilan-keterampilan lain.

Bahkan tidak jarang orang tua yang menjejali anaknya dengan berbagai marcam kursus karena takut anak-anaknya tidak bisa bersaing kelak. Memberikan pelajaran tambahan lewat kursus bagi si kecil memang baik. Cuma, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan, sehingga waktu dan uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia. Apalagi ternyata anak tersebut tidak berminat sama sekali dengan kursus-kursus yang anda daftarkan. Bayangkan saja berapa yang harus anda keluarkan untuk kursus-kursus yang sebenarnya tidak disukai oleh anak yang mungkin di masa depan mungkin tidak ada manfaatnya.

Sebenarnya banyak cerita mengenai orang-orang cerdas dengan segala ketrampilan namun tidak sukses di karir maupun kehidupan sosial lainnya, Cobalah untuk mengingat dan mengamati mungkin disekitar anda ada contohnya entah itu saudara maupun relasi anda yang dahulu anda kenal di sekolah cukup cerdas dengan segala kelebihan ketrampilannya namun tidak sukses dalam karir maupun kehidupan sosial lainnya. Sebaiknya kita juga merenung dan memperhatikan keadaan sosial yang berkembang saat ini. Banyak kejadian-kejadian yang sudah kita lihat selama ini seperti:

* pertengkaran antar pelajar
* depresi
* broken home
* tidak menghargai orang tua atau guru

dikalangan dunia kerja yang dapat kita lihat adalah:

* membuat keputusan yang tidak bijaksana
* kolusi
* korupsi
* Saling Sikut, saling fitnah demi jabatan, bonus, dan sebagainya

Kehidupan Generasi saat ini benar-benar kompleks dan pelik. Banyak pakar ilmu sosial percaya bahwa masalah anak dewasa ini dapat dirunut ke peliknya perubahan-perubahan pola sosial yang telah terjadi selama empat puluh tahun terakhir, termasuk meningkatnya angka perceraian, meresapnya pengaruh negatif TV dan media, kurangnya rasa hormat pada sekolah (dan orang tua) sebagai sumber otoritas, dan semakin sedikitnya waktu yang disediakan oleh orang tua untuk anak-anak mereka. Dan dapat saya tambahkan, bahwa kita dengan kultur timur yang mempunyai budaya yang lebih dibandingkan negara barat dengan rasa hormat dan santun pada sesama telah banyak terkikis oleh maraknya budaya barat lewat berbagai media, mulai televisi, komputer (internet), majalah, radio dan lain-lain.

Bagaimana Membangun ketrampilan emosional anak sejak dini menjadi sangat penting kalau kita kembali akan membuat karakter anak-a

Orang yang tidak sependapat meragukan perlunya mengajarkan emosi kepada anak-anak. Dan mereka bertanya, Bukankah emosi datang secara alami pada anak-anak? Jawabnya adalah TIDAK!. Banyak ilmuwan percaya bahwa emosi manusiawi kita, terutama, berkembang melalui mekanisme kelangsungan hidup. Dan anak yang mempunyai kecerdasan emosional akan mendapat banyak keuntungan pada masa mendatang dalam perjalanan hidupnya. Dan kecerdasan emosional, atau EQ (Emotional Quotient), bukan didasarkan pada kepintaran seorang anak, melainkan pada suatu yang dahulu disebut karakteristik pribadi atau "karakter".

Apakah Kecerdasan Emosional itu ?

Istilah "Kecerdasan Emosional"pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvad University dan John Mayer dari University of New Hampshire Amerika untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.

Kualitas-kualitas ini antara lain adalah :

* Empati (kepedulian)
* Mengungkapkan dan memahami perasaaan
* Mengendalikan amarah
* Kemandirian
* Kemampuan menyesuaikan diri
* Disukai
* Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi
* Ketekunan
* Kesetiakawanan
* Keramahan
* Sikap hormat

Penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa ketrampilan EQ yang sama untuk membuat anak siswa yang bersemangat tinggi dalam belajar, atau untuk disukai oleh teman-temannya di arena bermain, juga akan membantunya pada dua puluh tahun kemudian ketika sudah masuk ke dunia kerja atau ketika sudah berkeluarga.

Berbeda dengan IQ, EQ sulit untuk diukur, namun walaupun kita tidak dapat begitu saja mengukur bakat atau sifat-sifat khas seseorang - misalnya kemarahan, percaya diri atau sikap hormat kepada orang lain - kita dapat mengenali sifat-sifat tersebut pada anak-anak dan sepakat bahwa sifat-sifat tersebut mempunyai nilai penting.

Barangkali perbedaan yang paling penting untuk diketahui antar IQ dan EQ adalah, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan, sehingga membuka kesempatan bagi orang tua dan para pendidik untuk melanjutkan apa yang sudah disediakan oleh alam agar anak mempunyai peluang lebih besar untuk meraih keberhasilan. Disinilah orang tua berpeluang dan mempunyai kesempatan yang tidak dapat diulang, untuk membentuk pribadi anak yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik.

Tidaklah mudah untuk membentuk pribadi dengan kecerdasan emosional yang ideal, perlu kesabaran dan ketelitian. Usaha membentuk kecerdasan emosional ini bukanlah suatu yang harus membebani orang tua dalam mendidik anaknya, dan tidak ada orang tua yang sempurna. Satu hal penting yang perlu diingat adalah bahwa satu perubahan saja dapat memberikan efek yang luar biasa pada kehidupan anak kita. Dengan kata lain, menekankan pada salah satu aspek (dalam kecerdasan emosional) akan mendatangkan efek bola salju.

Dengan melihat kualitas-kualitas yang ditunjukkan dalam kecerdasan emosional, kita akan sepakat bahwa karakter-karakter seperti itulah yang diharapkan oleh kita sebagai makhluk sosial dan dengan memiliki beberapa kualitas tersebut seorang anak atau orang dewasa akan dapat menghadapi permasalahan-permasalahan hidup yang semakin komplek dan berhubungan dengan orang lain.

Wahana Anak Cerdas

Loading

Sejak Kapan Kecerdasan Emosional Perlu Ditanamkan pada Anak?

Keberhasilan kecerdasan emosional seseorang berpengaruh pada kesuksesan seseorang pada masa mendatang, juga berpengaruh pada prestasi belajar dan bekerja. Hal tersebut sudah harus menjadi kebiasaan sejak kecil, sehingga dapat dikatakan bahwa kecerdasan emosional sudah harus diberikan sejak usia anak mengenal tantangan di dunia luar kehidupan dirinya, yaitu sejak balita.

Mengingat semakin meluasnya informasi penting mengenai kecerdasan emosional ini, sekarang banyak lembaga pendidikan, khususnya prasekolah, kembali mengembangkan kurikulum yang menyangkut kecerdasan emosional ini. Karena kecerdasan ini berpengaruh juga pada prestasi belajar para siswa. Tetapi perlu diingat, dibandingkan pendidikan di sekolah yang hanya beberapa jam dalam sehari, akan lebih efektif lagi bila pendidikan itu diberikan juga dirumah secara habitual (kebiasaan).

Kecedasan tersebut tidak hanya dibutuhkan di dalam proses belajar di bangku sekolah atau kehidupan rumah tangga tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas sampai ke jenjang kerja. Dan apabila kita kupas satu persatu kualitas kecerdasan emosional tersebut kita akan bisa lihat manfaat dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Sampai sejauh mana kecerdasan emosional mempengaruhi keberhasilan dalam setiap tahap kehidupan sejak kecil ?

Hal itu bisa kita diskusikan selanjutnya. Dan semua itu tergantung pada kita sebagai orang tua, apakah kita sebagai orang tua peduli pada perkembangan kecerdasan emosional anak-anak kita. (fedus.org)

Optimalkan Pendidikan di Rumah!

Orang tua memegang peran yang sangat penting dalam memajukan bangsa lewat mendidik dan memajukan anak-anak mereka sendiri. Orang tua tidak perlu harus tahu dengan matematik, bahasa asing (Inggris, Arab, Jepang), akuntansi, fisika dan lain-lain, namun mereka mampu menciptakan generasi yang bernas melalui model, motivasi dan semangat yang mereka pompakan pada anak sepanjang waktu. Mereka juga perlu belajar bagaimana menjadi orang tua yang cerdas terhadap anak-anak mereka sendiri. Mereka perlu, terlebih dahulu memahami mengapa dan bagaimana anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Tidak memahami pertumbuhan dan perkembangan anak telah membuat jutaan orang tua di dunia ini menjadi salah didik. Maka agar tidak salah didik, carilah informasi tentang mendidik anak.

Orang tua punya peran besar dalam pengembangan pendidikan agama dan moral anak. Kuaitas agama anak (seseorang) ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, dan latihannya pada masa kecil dan saat iaremaja. Orang yang tidak pernah mendapat didikan agama dan pendidikan moral pada waktu kecil (sampai remaja) maka ia tidak merasakan pentingnya beragama dan berlaku santun pada waktu dewasa. Baca Juga Mengoptimalkan Pendidikan Di Rumah

Bahkan Pendidikan anak bisa dimulai sejak dalam kandungan. Pengalaman nyata seorang sahabat yaitu sejak ia mengandung ia memiliki kebiasaan membaca buku mengenai "Muhammad Teladanku", Saat ini anaknya telah berusia 3 tahun kurang dan sangat senang apabila didongengkan mengenai kisah-kisah "Muhammad Teladanku" Bahkan di usianya yang masih balita anak sahabat tersebut sudah pandai menceritakan mengenai peristiwa munculnya air zam-zam walaupun masih terbata-bata.

Apa Media Interaksinya Agar Terjalin Interaksi Orang Tua dan Anak

Yang dimaksud dengan media interaksi adalah alat bantu yang dapat dipergunakan oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya untuk merangsang dan mendorong proses belajar anak dengan cara yang tepat dan menyenangkan.

Manfaat langsung dari media interaksi adalah:
1. Dapat langsung mempengaruhi panca indera dan otot-otot badan serta gerakan anak.
2. Memberikan kebebasan dan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman2 baru, baik yang dialami sendiri oleh anak maupun yang dilihatnya.
3. Mengakrabkan hubungan orang tua/keluarga dengan anak .
4. Hasil Penelitian juga menunjukkan Kebahagiaan Anak Ditentukan Oleh Peran Penting Ayah

Media interaksi dapat berupa :
1. DONGENG ATAU CERITA
Pilihlah dongeng / cerita yang siuai dengan daya tangkap anak, mengandung pesan positif.
Sumber dan tema cerita dapat pengalaman hidup, ajaran agama, cerita kepahlawanan, cerita rakyat ataupun aturan2 hidup seperti pentingnya kebersihan.
Pilihlah waktu yang tepat misalnya ketika anak akan berangkat tidur
Pergunakan alat bantu sederhana seperti boneka dan berceritalah dengan bahasa yang sederhana
dan penuh rasa kasih.

Pilihan Paket "Wahana Belajar Anak Cerdas (WBAC)" bisa menjadi media interaksi yang bisa digunakan orang tua sebagai wahana pendidikan bagi anak-anak. Paket buku ini sangat bermanfaat bagi orang tua yang ingin anaknya menjadi cerdas, selalu berfikir kritis, kreatif dan inovatif. Paket buku ini akan membantu orang tua dalam mengajar, membaca, menulis, matematika, pengetahuan tentang keselamatan, serta membangun karakter yang baik bagi anak-anak. Terdiri dari 20 buku utama dan dilengkapi dengan 9 komponen untuk mengoptimalkan kecerdasan anak-anak.

Nilai-nilai yang diperkenalkan adalah agar anak mampu :
a. Mencintai bacaan dan gemar membaca
b. Mengenal konsep diri, etika, dan logika sederhana
c. Memahami konsep matematika dengan logika yang menyenangkan
d. Memahami pentingnya keamanan dan keselamatan

Paket buku ini terdiri dari .
1. Wahana Membangun Karakter (6 buah buku)
2. Wahana Keajaiban Matematika (10 buah buku)
3. Wahana Pengetahuan Keselamatan (4 buah buku)
4. Wahana Kreativitas (7 buah buku + flash card +CD interaktif)

Atau Seri kisah sirah Nabi Muhammad Saw. pertama di Indonesia untuk anak-anak yang disampaikan dalam bentuk dongeng. Mengenalkan kepada keluarga pada sosok teladan utama manusia. Disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mengalir dan mengasyikkan, serta kaya akan nilai-nilai akhlaq mulia dan sejarah Islam. Memahami nilai-nilai Islam yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. jadi lebih menarik dalam sajian ilustrasi artistic full color. Semakin tidak membosankan karena dilengkapi dengan berbagai sarana interaktif.

Info Mengenai Buku-buku ini bisa anda dapatkan di Buku Program Pendidikan Orang Tua Cerdas

2. MUSIK LAGU/NYANYIAN DAN GERAK
Melalui nyanyian anak dapat mengembangkan dirinya melalui ungkapan pribadi dan dapat menimbulkan daya imajinasi anak.
Melalui kegiatan menyanyi yang dilakukan bersama-sama dapat membantu anak mengembangkan rasa sosial serta emosinya.
Dan dengan gerak terkoordinasi dan terbimbing dapat membantu perkembangan fisik anak.
Pilihlah lagu yg berirama sederhana , sesuai dengan dunia anak serta mengandung unsur pendidikan.

3. KEGIATAN BERMAIN
Melalui bermain balita akan akan mendapatkan kemampuan berbaha, berfikir dan mengenal
lingkungannya.
menguatkan dan membuat trampil anggota badannya
menjadikan anak lebih kreatif
balita akan belajar bertanggung jawab dengan mematuhi peraturan dalam permainan.
Anak balita perlu diarahkan dalam memilih jenis permainan yang sesuai dengan tempat, waktu dan suasana.
Bermain juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak

Sumber Artikel :
- http://www.facebook.com/note.php?note_id=130188463724
- Menyiasati Pendidikan Si Kecil Sejak Dini

New Guestbook

New Amazon

Loading

None

My First Al Quran - Syaamil Quran Untuk Anak [SQKIDS01] - Rp.255000 :
My First Al Quran - Syaamil Quran Untuk Anak [SQKIDS01] - Jadikan Al-Quran Sahabat Utama Buah Hati Anda dan Membentuk putra-putri Anda menjadi "Miracle Cilik" Kesayangan. Ukuran 24 x 16,5 cm dengan Kertas Khusus Qur'an 1258 Halaman (4 Jilid) Full Color. Secara menyeluruh terdapat 12 K

by

zahraheshop

Enterpreuneur, Administrator, Web Designer, Online Markter, Social and Economic Surveyor... Memulai Bisnis saat usia 27 tahun.. mengelola website http... more »

Feeling creative? Create a Lens!