Menentukan Akurasi Hasil Laboratorium
Tak bisa dipungkiri bahwa perbedaan hasil antar laboratorium memang kerap kali terjadi. Hal itu dipengaruhi oleh metode pemeriksaan, alat dan reagen (bahan kimia untuk pemeriksaan) yang digunakan. Menyadari hal tersebut, maka setiap pemeriksaan yang dikerjakan untuk melayani pasien harus memenuhi persyaratan atau standar mutu.
Karena itu juga, pemilihan metode pemeriksaan mendapat perhatian khusus dan bahkan ada bagian yang khusus menangani hal ini, yaitu bagian Trend Lab Testing Information yang didukung dengan fasilitas Laboratorium Evaluasi. Serta bagian Technical Quality Assurance (TQA) yang menangani hal-hal yang terkait dengan jaminan kualitas hasil laboratorium.
Karena itu juga, pemilihan metode pemeriksaan mendapat perhatian khusus dan bahkan ada bagian yang khusus menangani hal ini, yaitu bagian Trend Lab Testing Information yang didukung dengan fasilitas Laboratorium Evaluasi. Serta bagian Technical Quality Assurance (TQA) yang menangani hal-hal yang terkait dengan jaminan kualitas hasil laboratorium.
Metode Pemeriksaan.
Apakah yang dimaksud dengan metode pemeriksaan ?
Metode pemeriksaan laboratorium adalah suatu cara atau teknologi yang digunakan untuk melakukan pendeteksian zat atau analit yang terdapat di dalam tubuh manusia melalui sampel yang diambil dari cairan tubuh, misalnya darah, urine dan sebagainya. Jika kita berbicara tentang metode pemeriksaan laboratorium, selain menyangkut cara atau teknologinya, maka ada hal lain yang mendukung yakni reagen dan peralatan yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan tersebut.
Secara umum, terdapat empat metode pemeriksaan yang biasa digunakan di laboratorium yaitu Rapid Test, ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), Fluorescence, dan Chemiluminescence. Rapid Test merupakan metode pemeriksaan yang paling sederhana, yakni dengan cara mereaksikan suatu reagen kering dengan sampel. Hasil yang dimunculkan umumnya hanya sebatas kualitatif misalnya positif atau negatif. Cara yang sangat sederhana ini tentunya akan berpengaruh pada sensitivitas, spesifisitas serta keakuratan hasil pemeriksaan yang rendah. Berbeda dengan rapid test, ketiga metode pemeriksaan lainnya memiliki sensitivitas, spesifisitas dan keakuratan yang lebih tinggi karena sebelum sampel diperiksa, zat-zat pengganggu dipisahkan terlebih dahulu.
Metode ELISA, Fluorescence dan Chemiluminescence memiliki prinsip pemeriksaan yang sama, yaitu mereaksikan antibodi dan antigen secara spesifik, perbedaannya ada pada substrat ( zat yang digunakan untuk mendeteksi suatu hasil reaksi ) yang digunakan. Pada ELISA, hasil reaksi akan memunculkan warna yang bisa diukur dengan alat yang disebut Colorimetri. Pada Fluorescence, hasil reaksi berupa pendaran cahaya yang terbaca oleh fluoresensi, sedangkan pada Chemiluminescence hasil reaksi berupa pendaran kimiawi yang terbaca oleh Chemiluminescent.
Dari keempat metode pemeriksaan tersebut, Chemiluminescence yang memberikan hasil terbaik dan metode ini digunakan pada sebagian besar pemeriksaan.
Secara umum, terdapat empat metode pemeriksaan yang biasa digunakan di laboratorium yaitu Rapid Test, ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), Fluorescence, dan Chemiluminescence. Rapid Test merupakan metode pemeriksaan yang paling sederhana, yakni dengan cara mereaksikan suatu reagen kering dengan sampel. Hasil yang dimunculkan umumnya hanya sebatas kualitatif misalnya positif atau negatif. Cara yang sangat sederhana ini tentunya akan berpengaruh pada sensitivitas, spesifisitas serta keakuratan hasil pemeriksaan yang rendah. Berbeda dengan rapid test, ketiga metode pemeriksaan lainnya memiliki sensitivitas, spesifisitas dan keakuratan yang lebih tinggi karena sebelum sampel diperiksa, zat-zat pengganggu dipisahkan terlebih dahulu.
Metode ELISA, Fluorescence dan Chemiluminescence memiliki prinsip pemeriksaan yang sama, yaitu mereaksikan antibodi dan antigen secara spesifik, perbedaannya ada pada substrat ( zat yang digunakan untuk mendeteksi suatu hasil reaksi ) yang digunakan. Pada ELISA, hasil reaksi akan memunculkan warna yang bisa diukur dengan alat yang disebut Colorimetri. Pada Fluorescence, hasil reaksi berupa pendaran cahaya yang terbaca oleh fluoresensi, sedangkan pada Chemiluminescence hasil reaksi berupa pendaran kimiawi yang terbaca oleh Chemiluminescent.
Dari keempat metode pemeriksaan tersebut, Chemiluminescence yang memberikan hasil terbaik dan metode ini digunakan pada sebagian besar pemeriksaan.
My Lenses
Lens Love Widget
This module only appears with actual data when viewed on a live lens. The favorite and lensroll options will appear on a live lens if the viewer is a member of Squidoo and logged in.
by rusdhy
Feeling creative?
Create a Lens!
Explore related pages
- Independent Software Testing and QA Independent Software Testing and QA
- Software Testing Outsourcing Overview by BugHuntress QA Lab Software Testing Outsourcing Overview by BugHuntress QA Lab
- QArea - Offshore Software Development Company QArea - Offshore Software Development Company
- Software application testing services Software application testing services